diposkan pada : 23-12-2021 17:02:00

Dilihat : kali

Menyusui terkadang memang jadi aktivitas yang cukup melelahkan. Apalagi jika Bunda baru melahirkan anak pertama. Tak jarang produksi ASI yang rendah hingga minimnya informasi soal posisi menyusui jadi kendala saat menyusui Si Kecil.

Untuk menyusui yang nyaman, pertama-tama Bunda harus memposisikan dengan nyaman, Dr. Hikmah Kurniasari MKM, CIMI Konselor Laktasi RS. Sari Asih, Ciputat mengatakan ada 4 hal yang perlu kita perhatikan dalam memposisikan bayi ketika menyusui. 

Selain hal di atas, posisi menyusui yang tepat juga sangat penting dalam membantu proses menyusui. Melansir dari what to expect, ada 5 posisi menyusui yang paling sering dilakukan banyak ibu menyusui.

5 Posisi Menyusui Favorit Bunda
1. Menggendong atau Cradle Hold
Posisi menyusui cradle hold merupakan posisi klasik dengan menggendong bayi. Posisi menyusui seperti ini bisa dilakukan dengan menaruh kepala bayi di lekuk siku tangan Bunda di sisi tempat Bunda akan menyusui.

Pastikan agar kepala bayi tetap melekat dan tidak terlalu jauh masuk ke dalam siku. Jika posisi Si Kecil dan Bunda sudah nyaman, mulailah untuk merangsang Si Kecil.

2. Gendong Silang
Beda halnya dengan cradle hold, posisi crossover hold kepala bayi akan disangga dengan telapak tangan. Jika Si Kecil menyusu dengan payudara kanan maka Bunda akan menggunakan tangan kiri untuk memegang bayi.

Letakkan pergelangan tangan Bunda di antara tulang belikat bayi. Sementara itu, taruh ibu jari di belakang satu telinga dan jari-jari lainnya di belakang telinga lainnya. Adapun posisi ini biasanya dilakukan jika si kecil mengalami kesulitan saat menyusui.

3. Menyangga Kepala atau Football Hold
Posisi football hold atau dikenal sebagai clutch hold cocok bagi Bunda yang memiliki payudara besar, bayi kecil atau prematur, dan bayi kembar.

Untuk menyusui bayi dengan posisi ini, Bunda harus memposisikan si kecil di samping menghadap Bunda, dengan kaki bayi terselip di bawah lengan Bunda layaknya bola. Sanggalah kepala si kecil dengan tangan yang sama, dan gunakan tangan Bunda yang lain untuk memegang payudara.

4. Bersandar atau Laid-Back Position
Posisi menyusui bersandar bisa dibilang merupakan posisi yang paling santai layaknya posisi inisiasi menyusui dini (IDM). Posisi menyusui ini cocok bagi Bunda dengan payudara lebih kecil, bayi baru lahir, dan bayi dengan perut sensitif.

Untuk menyusui bayi dengan posisi santai, Bunda perlu bersandar di tempat tidur atau sofa dan memposisikan badan setengah berbaring. Bunda bisa gunakan bantal untuk menopang tubuh senyaman mungkin.

Selanjutnya, letakkan Si Kecil ke atas tubuh Bunda, yakni kepala di dekat payudara sehingga ia secara alami dapat menyusu. Bunda bisa juga membantunya dengan mengarahkan puting susu ke mulut si kecil.

5. Berbaring Menyamping
Bayi sering sekali menyusu di tengah malam. Nah, Bunda bisa nih memanfaatkan posisi ini saat malam. Untuk melakukannya, Bunda dan Si Kecil harus berbaring miring. Gunakan tangan Bunda di sisi tempat Anda tidak berbaring untuk memegang payudara.

Saat menggunakan posisi ini, pastikan tidak boleh ada tempat tidur berlebih di sekitar bayi yang dapat menimbulkan bayi kekurangan nafas. Posisi menyusui ini juga tidak boleh digunakan di kursi santai, sofa, atau kasur air.

Posisi Menyusui Yang Perlu Dihindari
Selain memahami lima posisi menyusui yang tepat. Saat menyusui, ada juga beberapa posisi yang perlu Bunda hindari. Posisi bayi yang salah dapat membuat payudara tidak terstimulasi untuk memproduksi lebih banyak ASI.

Berikut beberapa posisi menyusui yang harus dihindari:

1. Posisi Membungkuk di atas Bayi
Saat menyusui, Bunda tentu akan menemui berbagai kesulitan sehingga melakukan berbagai posisi untuk memasukkan payudara ke dalam mulut si kecil. Namun, jangan pernah lakukan posisi ini ya, Bunda.

2. Tubuh dan Kepala Bayi Menghadap Ke Arah yang Berbeda
Kepala bayi yang menghadap ke payudara dengan tubuh menghadap ke arah yang berbeda akan membuat si kecil kesulitan untuk menelan ASI.

3. Tubuh Bayi Terlalu Jauh dari Payudara


Hal ini bisa berpotensi Si Kecil kesulitan menyusu dan tidak mendapatkan ASI.

Tanda Perlekatan Ibu dan Bayi yang Benar
Bukan hanya memastikan posisi menyusui benar, Bunda juga perlu perhatikan Si Kecil telah melekat dengan baik selama disusui.

Berikut tanda-tanda pelekatan menyusui sudah benar menurut IDAI:

– Dagu bayi menyentuh payudara ibu

– Bibir bawah bayi terpuntir keluar

– Mulut bayi terbuka lebar

– Areola bawah lebih banyak masuk ke mulut bayi dibanding areola bagian atas

– Hisapan bayi pelan, berirama, dan stabil

– Pipi bayi menggembung.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu proses menyusui yang benar. Selama menyusui,

usahakan untuk istirahat di sela waktu menyusui ya, Bunda. Dan jangan lupa jaga pola makan dan kesehatan, bisa dengan cara konsumsi kacang-kacangan, susu, madu, ekstrak daun katuk sehingga produksi ASI untuk Si Kecil juga jadi berkualitas.

jual obat ASI Booster efek cepat di Sidoarjo

Posting by Admin

jual obat ASI Booster efek cepat di Sidoarjo Bentuk Puting Berpengaruh Terhadap Kelancaran ASI Bunda Loh! Pada saat menyusui, Bunda sering was-was terhadap model puting yang tidak normal.  “Nanti ASI saya banyak tidak ya?” atau  “Kira-kira anak saya sulit menyusu tidak ya?’ semua permasalahan itu sering menjadi bayangan di benak Bunda. Ketimbang khawatir berlebih, sebaiknya Bunda mencari tahu tentang bentuk dan ragam puting dan seber



21 Kali